2019 — Awal Perjalanan
→ bagaimana LAVIDA terbentuk dan mulai bermusik dan menjadi home band di sebuah kafe di Kemayoran (AADC kafe)
2020 — Mulai Melangkah
→ mulai membangun jejak digital, karya, dan memperkenalkan LAVIDA lebih luas.
2021–2023 — Berkarya & Bertumbuh
→ rilisan, panggung, pengalaman, sampai momen “Bukan Aku” berhasil diputar Gen FM dan masuk sebagai finalis Kemenparekraf 2023.
2024–2025 — Menjaga Api
→ perjalanan band, pergantian personel/kolaborasi, proses menuju mini album.
2026 — Renovasi Rumah
→ website direnovasi dan menjadi tempat untuk mengumpulkan musik, cerita, dokumentasi, dan perjalanan LAVIDA.
DI BALIK LAGU-LAGU LAVIDA
Sebagian besar lagu LAVIDA ditulis dan diciptakan oleh Sholihin Zeno, vokalis LAVIDA.
Proses penciptaan biasanya dimulai dari ide, lirik, atau melodi yang kemudian dikembangkan bersama personel LAVIDA hingga menjadi sebuah karya yang utuh.
Beberapa lagu yang ditulis dan diciptakan oleh Sholihin antara lain “Bukan Aku”, “Gadis Cantik”, “Main Api”, “Memeluk Hujan”, dan “Tak Pernah Sendiri”
Bagi LAVIDA, setiap lagu punya cerita dan prosesnya sendiri. Dari sebuah ide sederhana, kemudian tumbuh melalui proses bermusik bersama.
GEN FM
Perjalanan Lavida menuju Gen FM juga tidak terjadi dalam sekali percobaan. Selama tiga tahun berturut-turut, Lavida mengirimkan karya mereka ke Gen FM. “Tak Pernah Sendiri” menjadi percobaan pertama, disusul “Memeluk Hujan” pada tahun berikutnya. Keduanya belum berhasil melewati kurasi. Lavida kembali mencoba untuk ketiga kalinya melalui “Bukan Aku”. Kali ini, pintu tersebut akhirnya terbuka.
LAVIDA & GEN FM
Salah satu momen penting dalam perjalanan LAVIDA ketika Bukan Aku mendapat kesempatan hadir di GEN FM.
Percakapan dengan host GEN FM dilakukan melalui sambungan telepon. Sebuah momen sederhana yang menjadi bagian dari cerita LAVIDA.
🎙️ PHONE INTERVIEW — GEN FM
LAVIDA — Bukan Aku
▶ LISTEN TO THE CONVERSATION
ONE SONG. ONE CALL. ONE MEMORY.
Another small chapter in the journey of LAVIDA.
APRESIASI KREASI INDONESIA 2023
Salah satu pengalaman yang cukup tidak terduga bagi LAVIDA terjadi ketika mengikuti Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2023 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Saat itu, LAVIDA hanya mengisi formulir pendaftaran seperti peserta lainnya. Pesertanya datang dari berbagai daerah di Indonesia dan jumlahnya sangat banyak. LAVIDA sendiri bahkan tidak terlalu memasang ekspektasi, apalagi sampai membayangkan akan terpilih.
Namun ternyata, LAVIDA berhasil lolos dan menjadi salah satu perwakilan dari Jakarta.
Bagi LAVIDA, momen ini menjadi salah satu kejutan sekaligus pengalaman berharga dalam perjalanan bermusik. Dari sebuah pendaftaran yang awalnya dijalani tanpa banyak berharap, ternyata membawa LAVIDA ke kesempatan yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya.
LAVIDA juga mendapatkan piagam sebagai bagian dari perjalanan tersebut.
Kadang, kita hanya perlu mencoba. Selebihnya, biarkan perjalanan yang menentukan ke mana langkah berikutnya.
FROM JAKARTA TO THE WORLD 🌎
Empat lagu dari LAVIDA mendapat reaction dari Kanada.
Satu lagu mendapat reaction dari Indonesia.
Dan satu lagu lainnya sampai ke Korea Selatan.
Mungkin ini bukan pencapaian terbesar dalam perjalanan sebuah band.
Tapi bagi LAVIDA, setiap kali musik kami ditemukan oleh seseorang yang bahkan berada ribuan kilometer jauhnya, itu adalah bagian dari cerita yang layak disimpan. And we're still playing. 🤘
🌎 LAVIDA — REACTION ARCHIVE
🇨🇦 CANADA — 4 REACTIONS
GADIS CANTIK
Reaction from Canada
▶ WATCH REACTIONBUKAN AKU
Reaction from Canada
▶ WATCH REACTIONMAIN API
Reaction from Canada
▶ WATCH REACTIONTAK PERNAH SENDIRI
Reaction from Canada
▶ WATCH REACTION🇮🇩 INDONESIA
BUKAN AKU
Reaction from Indonesia
▶ WATCH REACTION🇰🇷 SOUTH KOREA
MEMELUK HUJAN
Reaction from South Korea
Link reaction segera ditambahkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar